Review Film Norma – Antara Mertua dan Menantu: Ketika LSF Berpikir Perselingkuhan Itu Ramah Anak

Jika kamu berpikir sudah melihat segala bentuk drama rumah tangga, tunggu sampai kamu menonton film Norma: Antara Mertua dan Menantu. Film Norma: Antara Mertua dan Menantu menyajikan cerita yang begitu absurd namun nyata-tentang perselingkuhan antara mertua dan menantu. Ya, kamu tidak salah baca! Apa yang seharusnya menjadi hubungan keluarga yang dihormati malah berubah menjadi skandal yang bikin penonton naik darah.

Film ini diangkat dari kisah Norma Risma yang viral pada Desember 2022. Saat itu Norma mengungkapkan perselingkuhan suaminya dengan ibu kandungnya sendiri melalui media sosial, yang kemudian menjadi perbincangan hangat di berbagai platform sosial media dan media berita.

Salah satu adegan film Norma: Antara Mertua dan Menantu (sumber; film norma)

Disutradarai oleh Guntur Soeharjanto Film Norma: Antara Mertua dan Menantu bukan hanya drama biasa. Ini adalah rollercoaster emosional yang akan membuat penonton ingin melempar popcorn ke layar. Bagaimana tidak? Bayangkan seorang istri yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya berselingkuh dengan wanita lain, bukan dengan sahabatnya atau orang lain, tetapi dengan ibunya sendiri! Jika ini bukan plot twist kehidupan yang paling menyakitkan, lalu apa? Ini bukan lagi kisah film biasa, ini lebih mirip ujian kesabaran tingkat dewa!

Film ini ditulis oleh orang yang sama di balik kesuksesan film Ipar Adalah Maut, yaitu Oka Aurora. Film Norma: Antara Mertua dan Menantu hadir dengan vibes yang tidak jauh berbeda: penuh tanda-tanda yang diberikan secara perlahan sebelum akhirnya bom meledak. Dari adegan-adegan yang tampak biasa saja, penonton dipaksa meraba-raba kemana arah cerita ini berjalan. Dan ketika akhirnya kebenaran terungkap? Selamat! Kamu baru saja menyaksikan salah satu kisah perselingkuhan paling mencengangkan yang pernah diangkat ke layar lebar. Sudah siap mencoret mertua dari daftar orang terpercaya?

Jajaran pemain film norma: antara mertua dan menantu (sumber: instagram film norma)

Film Norma: Antara Mertua dan Menantu memliki kekuatan cerita yang solid. Kisah nyata Norma Risma sudah penuh drama tanpa perlu didramatisir lagi. Ini realitas yang lebih panas dari gosip tetangga! Pertanyaannya tinggal, apakah materi kontroversial ini bisa digarap dengan baik oleh tim produksi? Dan jawabannya adalah Ya. Film Norma: Antara Mertua dan Menantu bisa mengemas konflik keluarga dengan baik. Detail-detail penting dari cerita juga tetap dipertahankan. Sementara bumbu yang ditambahkan tidak berlebihan sehingga tidak mengganggu cita rasa aslinya.

Tissa Biani yang berperan sebagai Norma patut diacungi jempol. Ia berhasil membawakan sosok perempuan yang terjebak dalam drama rumah tangga paling menguras emosi. Ekspresi marah, kecewa, dan hancurnya benar-benar terasa nyata, seolah-olah kita sendiri yang dikhianati. Wulan Guritno yang berperan sebagai sang ibu juga tampil totalitas. Ia sukses membuat penonton gregetan dengan karakter ibu yang tak tahu malu dan tega merebut suami anaknya sendiri. Chemistry mereka di layar benar-benar menciptakan ledakan emosi yang bikin sulit bernapas!

Namun sedikit mengejutkan lagi, film ini mendapat rating 13+. Apa LSF (Lembaga Sensor Film) tidak salah? Film bertema perselingkuhan seperti ini diberi kategori 13+? Padahal, dengan tema seberat ini, mungkin sebaiknya remaja menunggu beberapa tahun sebelum menontonnya. Tontonan bertema perselingkuhan yang melibatkan hubungan keluarga sedarah jelas bukan konsumsi ringan, apalagi di tengah suasana Lebaran yang harusnya penuh dengan keharmonisan. Tapi, ya sudahlah, siapa kami untuk melarang? Silahkan tonton asal jangan lupa stok camilan dan tisu buat yang emosian.

Film ini kan hanya soal siapa selingkuh dengan siapa. Ini tentang bagaimana kepercayaan yang sudah dibangun seumur hidup bisa runtuh dalam hitungan detik. Penonton tidak hanya diajak menonton drama, tapi juga merasakan betapa menyakitkannya dikhianati oleh orang yang seharusnya paling bisa dipercaya.

Bagi yang gemar drama penuh intrik, Film Norma: Antara Mertua dan Menantu tentu bisa menjadi hiburan seru. Namun bagi yang masih percaya bahwa keluarga adalah tempat paling aman dari pengkhianatan, bersiaplah untuk merasakan sakit hati yang (mungkin) tidak ada obatnya. Film ini bukan hanya tentang cinta dan kepercayaan yang diuji, tetapi juga bagaimana sesuatu yang seharusnya tabu malah terjadi di depan mata.

Jadi, beranikah kamu menyaksikan drama yang bisa merusak kepercayaan kamu terhadap institusi pernikahan? Atau justru film ini akan mendi pengingat agar lebih waspada dalam memilih pasangan dan….. Mengawasi mertua? Karena setelah menonton ini, kata “Ibu mertua idaman” mungkin akan terdengar seperti lelucon tragis!

Film Norma: Antara Mertua dan Menantu tayang mulai 31 Maret 2025 di seluruh bioskop Indonesia, dan menjadi salah satu dari lima film Lebaran 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *